Rabu, 16 Januari 2013

Sinopsis Ibuku Perempuan Berwajah Surga

 
Kehidupan kampus biru di kota Malang menjadi awal pertemuan Risma dan Andre. Kala itu Risma mencalonkan diri menjadi Presiden Eksekulif Mahasiswa, di sisi lain Andre mahasiswa fakultas kedokteran berkonsultasi dengan dosen untuk menyelesaikan skipsinya. Namun, Andre tidak dapat bertemu dengan dosen dikarnakan beliau sedang berada di aula kampus dalam rangka pemilihan PEM tersebut.
Andre pun melihat Risma dengan lantangnya berpidato, dia jatuh hati padanya. Pada saat melakukan pemilihan di kotak suara selain memilih Risma dia juga menulis sebuah kalimat “Risma kau mengagumkan!”.
Risma dinyatakan tidak terpilih sebagai Presiden Eksekutif Mahasiswa. Dia masih penasaran siapa yang telah menjadi penggemar rahasia dirinya. Risma, Dini dan Nadia makan siang bareng di kantin sekolah. Setelah usai mereka bermaksud membayar namu ternyata sudah ada yang membayar semua makanan mereka. Hal itu menambah rasa penasaran Risma.
Gerbang kampus menjadi saksi pertemuan mereka. Kian hari hubungan mereka kian dekat hingga akhirnya pacaran.
Suatu malan hujan turun teramat derasnya saat itu perut Risma terasa teramat sakit. Dia menelepon Andre kekasihnya hingga sepuluh kali namun tidak ada jawaban hingga hitam yang ada pada pandangan Risma. Dia dibawa ke rumah sakit oleh tetangga kosnya. Andre yang sedang menonton TV beranjak menuju ke kamar dia melihat panggilan risma yang tidak terjawab, dia pun khawatir hingga menelepon Dini. Di rumah sakit Andre bertemu dokter yang telah memeriksa Risma dan di jelaskan bahwa Risma mempunyai penyakit di pencernaanya akibat virus dan kabar lainnya adalah Risma sedang hamil. Mengetahui hal itu Andre bermaksud memperkenalkan Risma pada orang tuanya. Ibu Andre tidak merestui hubungan mereka.
Suatu ketika ibu Andre mencari tahu keberadaan Risma, akhirnya ia menemukan. Setelah mereka bertemu ibu Andre menyuruh Risma untuk mengugurkan kandungannya dan menjauh dari kehidupan Andre. Akan tetapi, Risma menolak untuk mengugurkan kandungannya ia berjanji tidak akan mengganggu kehidupan Andre dan membesarkan anaknya sendiri. Ibu andre pun memberii Risma uang awalnya ia menolak, tapi karena tahu dia membutuhkan uang untuk persalinan bayinya kelak ia meneria uang itu.
Setelah kejadian itu Risma memutuskan untuk kembali ke Madiun tanah kelahirannya. Kehidupannya tak semulus yang dia kira, dia di usir oleh keluarganya dianggap sebagai perusak nama baik keluarga.
Risma memutuskan kembali ke Malang. Dia ditemani Yogi sahabat yang mencintai Risma sejak dulu untuk mencari rumah kontrakan yang sederhana. Di sana Yogi mengutarakan maksud baiknya untuk menjadi ayah bayi yang dia kandung. Namun, Risma menolak. Dia mengganggap dirinya tak pantas untuk Yogi.
Bulan-bulan berlalu pangeran kecil lahir dari rahim Risma. Semangat yang tumbuh untuk menghidupi anak itu semakin kuat. Dia rela menjadi buruh cuci dan setrika pakaian, menjual kue di pasar dan berjualan baju di stasiun. Rumi, nama anak itu dia tahu seolah tahu pengorbanan ibunya dia tak rewel ketika ditinggal ibunya bekerja, tetangganya pun mempunyai jadwal sendiri untuk mengasuh Rumi.
Tahun-tahun berlalu, bayi itu tumbuh menjadi anak-anak yang tampan serta cerdas kini dia kelas 4 SD. Suatu ketika mendekati hari ulang tahun ibunya dia rela menabungkan uang jajannya untuk membeli kalung bulan sabit yang diinginkan ibunya saat melewati etalase di stasiun. Tepat hari ulang tahun ibunya Rumi bermaksud membeli kalung itu namun uangnya tidak cukup untuk membelinya. Dia menceritakan keinginannya kepada penjual itu dan didengar oleh saudagar kaya. Lalu, saudagar itu membelikan kalung itu untuk Rumi.
Di sisi lain Andre yang sudah menikah dengan Riska perempuan yang dijodohkan oleh orang tua Andre. Mereka tidak dapat memiliki keturunan. Hingga akhirnya bercerai karena Riska tidak tahan akan desakan ibu Andre. Dalam lamunan Andre teringat sosok Risma dan anaknya. Dia mengutarakan itu kepada ibunya. Setelah itu Ibu Andre berusaha mencari keturunan pewaris kekayaannya yang hitang. Tidak lama mencari dia pun menemukan keberadaan mereka.
Demi masa depan Rumi, Risma mengijinkan anaknya untuk diasuh oleh neneknya dengan syarat mereka tidak boleh menceritaan kebenaran asal-usul Rumi. Siapun sesekali bertemu dengan ibunya di Malang. Saat itu Rumi tidak tahan menahan rindu kepada ibunya dan akhirnya dia pergi dari rumah untuk ke Malang. Namun dia tak menemukan ibunya di rumah. Keluarga Andre gelisah mencari Rumi. Hingga ibu Andre menelepon Risma yang kala itu perjalanan pulang dari rumah saudaranya. Risma mengatakan bahwa dia sedang tidak bersama Rumi, dia juga memberiitahukan tempat-tempat yang sering dia kunjungi bersama Rumi dulu. Akhirnya Rumi diketemukan.
Rumi dan Andre menunggu kedatangan Risma ternyata hingga keesokan harinya dia tak kunjung datang. Naas nasib Risma dia kecelakaan hingga menyebabkan dia buta. Hingga akhirnya Risma tidak bisa bertemu dengan Andre ataupun Rumi anaknya
Rumi  beranjak tumbuh dewasa. Dia pun menemukan cintanya. Dia gelisah dan berusaha mencari keberadaan ibunya yang bertahun-tahun tak ada rimbannya.
Rumi bersama kekasihnya Nadia berangkat ke kampus bersama, ditengah perjalanan ada kecelakaan hingga menimbulkan kemacetan. Mereka pun mencari jalur alternatif. Di sana ada seorang pengemis buta yang berada di samping lampu merah Rumipun memberi pengemis itu uang.
Hari kedua mereka melewati jalur yang sama, Rumi mendengar pengemis itu bernyanyi lagu kasih ibu yang dulu sering ibunya nyanyikan waktu kecil. Rumi menjadi teringat akan ibunya dan penasaran dengan pengemis itu. Hari ke tiga, empat Rumi selalu mengawasi pengemis itu dan membantunya sekadar menyeberang jalan dan memberinya makan. Rumi binggung untuk meyakinkan dirinya bahwa pengemis itu adalah ibunya. Setelah melihat kalung yang berbandul bulan sabit itu Rumi yakin bahwa pengemis itu adalah ibunya. Merakapun akhirnya dipertemukan oleh Tuhan kembali dan Rumi memaksa ibunya untuk tinggal bersama di kontrakan.
Perjodohan itu terulang kembali kepada Rumi. Karena tekanan dari ibu Andre, Rumi tak tahan dan pergi dari rumah serta meninggalkan segala kekayaan yang diberikan dari keluarga Andre. Dia bertekad hidup bersama ibunya dengan kerja keras seperti ibunya dulu menghidupinya. Andre tahu jika Risma sudah ditemukan. Suatu hari Andre dating ke kontrakan Rumi dan bertemu dengan Risma, ditegah percakapan Rumi pulang dari kuliahnya. Terlihat bekas air mata di pipi Andre dan Risma. Setelah itu Risma menceritakan asal-usul Rumi sebenarnya bahwa Rumi adalah anak kandung Andre. Rumi sedikit demi sedikit menerima kebenaran dirinya, kemudian Andre pergi ke Surabaya untuk menjelaskan keputusan Rumi kepada Ibunya. Setelah kepergian Andre, Risma berusaha menjelaskan kembali kepada anaknya. Ditengah cerita Risma batuk dan keluar darah hingga Rumi menggendongnya dan membaw ke rumah sakit.
Keesokan harinya Andre dan ibunya berangkat menuju Malang dengan tujuan membujuk Rumi untuk kembali pulang. Setibanya di sana tetangga Rumi menceritakan kejadian kemarin dan akhirnya mereka bergegas ke rumah sakit. Di rumah sakit keadaan Risma semakin memburuk, Risma kembali meminta Rumi untuk mengakui Andre sebagai ayahnya dan dia tidak boleh dendam kepadanya ditengah keadaan kritisnya. Risma, Rumi dan Andre saling menggenggam tangan hinga genggaman Risma mengendur dan meninggal. Malam itu Risma menghembuskan nafas terakhirnya bersama orang-orang yang dicintai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar